Telpon pagi-pagi, diteror temen yang mau sidang hari ini T_T

Pagi-pagi sekitar jam 5.15 tiba-tiba diteror teman kampus. Ya, teman saya mala (teman seperjuangan kelompok pas tingkat 3) akan sidang TA hari ini. Haduh… perasaan apa ya,yang harus keluar??!! Secara gitu,,..seangkatan.. seperjuangan.. sekelompok.. yang paling parah, baru bulan kemarin dia seminar TA, eh ga ada kabar-ga ada angin tiba-tiba di undang buat datang di sidang TA nya jam 8.00-10.00.. :(

Gimana dengan nasibku??! hiks..hiks.. ditinggalin begitu sajah!!!aarrrhgggghhhh…. pengen teriak,tapi ga bisa (soalnya dikosan!hehe.. :D)

Hmm..yah mudah-mudahan sidang TA nya lancar dan diberikan yang terbaik, aamiin!! mohon doanya juga ya.. mudah-mudahan juga saya cepat-cepat menyusul,aamiin… :D

Samakah wajah Anda dengan Nama anda??

Samakah wajahmu dengan namamu??Haduh, ternyata nama “onnay okheng” di ibaratkan dengan wajah perompak ya??!! aneh, padahal yang aslinya kan baik hati, tidak pernah makan sabun, sukanya makan nasi, suka menabung pahala, dll. hehe.. :D Sungguh naas nasib “onnay okheng” kalo wajah saya di ibaratkan perompak!!hiks..hiks.. :(

Nah ini dia salah satu aplikasi online untuk yang ingin tahu gimana gambaran wajah dari nama kita. nama situsnya turnyournameintoaface.com setiap nama punya ciri khasnya masing-masing, dan dalam 1 wajah hanya ada 1 nama. Hmm.. jadi berfikir, bagaimana cara buat aplikasinya ya. Konon katanya, ada lebih dari 100.000 wajah yang ada di sana.

Caranya gampang ko, tinggal masukkan nama kemudian tekan “Into a Face” terus tunggu beberapa detik (kalo koneksi leled pasti lama sih.. :D) langsung hap..muncul deh wajah kita!!heuheu.. :D Coba kalau ada plugin ato aplikasi di Blogger atau WordPress yang bisa kaya gini, pasti banyak yang pakai nih.. hehe.. :D

Bodoran sunda: “Si Tayo Budak Cadel”

Dina hiji mangsa hiji bapak keur jalan-jalan ka pameran Otomotif jeung budakna nu ngarana Tayo kakara umur 2 tahun. Pas lebah stan motor si Tayo ngenyang baju bapana bari pok….
Tayo : “Bapa Tayo oyong motoy”
Bapana : “Engke kasep mun tos ageung….”
Tayo : “Aim…. oyong motoy ayeuna….!”
Bapana : “Eh Tayo mah moal tiasa atuh ayeuna mah….”
Tayo (Bari ceurik) : “Bapa uma’a atu…. da Tayo oyong motoy ayeuna…..”
Bapana : “Tayo mah sok maksa ceuk bapa ge engke tos ageung…. tos tong nangis yu kubapa di panggul…”
Terus bapana ngais si Tayo bari ditaekeun kana taktakna…. teu rada lila pelenghir aya nu bau.
Bapana : “Har gening Tayo téh ‘e…’e…”
Tayo : “Mu’un cauy Tayo ge oyong motoy….”
Bapana : (Bangun keuheul) “Euh…. sanes motor atus… mos..dol meurureun..?”
Tayo : (bangun teu boga dosa) “Mu’un motoy…….”
Bapana gura-giru neangan Toilet…..

Atuy nu’un…..

sumber: http://www.facebook.com/topic.php?uid=63569741980&topic=9292

Salah satu situs Bandung “Ringan dan Berbobot”

Dalam dunia informasi, perubahan pada  setiap jam atau bahkan pada setiap detik selalu bermunculan. bukan hanya pada berita, bahkan pada letak suatu tempat pun bisa berubah setiap saat (mungkin.. :D).

Nah.. ini dia salah satu website yang mengurusi seputar media berita atau sebagai media rujukan bagi siapa saja yang hendak datang ke bandung. Untuk orang yang ingin tahu bagaimana status (haduh status.. :D) keadaan kondisi seputar bandung bisa di lihat disini. Namun, layanan yang ada di dalamnya berbahasa Inggris. So, ga perlu jauh-jauh deh nyari seputar bandung.

Berisi tentang Food and Beverage, News, Heritage, Life style, dan Travelling Guide bagi yang suka jalan-jalan. Kunjungi aja alamat webnya disini: http://bandunginsite.com

Keutamaan Menyebarkan As-Salamu ‘Alaikum

Sebagai ajaran Rabbani Islam memang lengkap dan sempurna. Islam mengatur segenap urusan kehidupan manusia dari perkara yang paling kecil hingga perkara yang paling besar. Dari urusan yang bersifat individual hingga urusan sosial.

Salah satu tuntunan Islam ialah perkara bertegur sapa antara seorang beriman dengan Muslim lainnya. Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam mencontohkan bahwa bila seorang Muslim berjumpa dengan Muslim lainnya, maka hendaklah ia mengucapkan sapaan khas Islam yaitu As-Salamu ‘Alaikum wa Rahmatullah wa Barakatuh, artinya Salam damai untukmu dan semoga Rahmat dan Keberkahan Allah menyertaimu. Subhanallah...! Begitu indahnya tegur-sapa yang diajarkan agama Allah kepada hamba-hambaNya yang beriman.

Bahkan dalam suatu kesempatan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menggambarkan tindakan mengucapkan salam sebagai bentuk ajaran Islam yang lebih baik. Menebar salam disetarakan dengan memberi makanan kepada orang yang dalam kesusahan.

أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْإِسْلَامِ خَيْرٌ قَالَ

تُطْعِمُ الطَّعَامَ وَتَقْرَأُ السَّلَامَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ

Sesungguhnya seorang laki-laki bertanya kepada Nabi shollallahu ’alaih wa sallam: “Manakah ajaran Islam yang lebih baik?” Rasul shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Hendaklah engkau memberi makanan dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan yang tidak.” (HR Bukhary)

Dalam hadits yang lain Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menjelaskan korelasi antara mengucapkan salam dengan saling mencinta antara satu Muslim dengan Muslim lainnya. Kemudian korelasi antara saling mencinta dengan keimanan. Kemudian akhirnya korelasi antara beriman dengan izin dari Allah untuk masuk surga, negeri keabadian yang penuh dengan kesenangan abadi.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

لَا تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا أَوَلَا

أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ

Berkata Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: “Kalian tidak akan masuk surga sehingga kalian beriman. Kalian tidak beriman secara sempurna sehingga kalian saling mencinta. Maukah kalian aku tunjukkan suatu perkara bila kalian lakukan akan saling mencinta? Biasakanlah mengucapkan salam di antara kalian (apabila berjumpa).” (HR Muslim)

Dengan kata lain Nabi shollallahu ’alaih wa sallam ingin menjelaskan bahwa kumpulan Muslim yang tidak suka saling menebar salam maka tidak akan saling mencinta. Bila atmosfir saling mencinta tidak ada, maka keimanannya diragukan keberadaannya. Dan jika keimanannya diragukan, maka kemungkinan masuk surga-pun menjadi kecil.

Saudaraku, marilah kita berlomba untuk masuk surga dengan jalan senantiasa menebar salam satu sama lain di antara sesama kaum muslimin. Sungguh sederhana, namun sebagian kita enggan melakukannya. Padahal akibat yang ditimbulkannya menjadi idaman setiap Muslim: Masuk surga…! Bukankah ini bentuk kompetisi satu-satunya yang dibenarkan Allah untuk diperebutkan di antara sesama Muslim?

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا

السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,” (QS Ali Imran ayat 133)

Ya Allah, aku mohon kepadaMu akan RidhaMu dan SurgaMu dan aku berlindung kepadaMu dari MurkaMu dan NerakaMu.

sumber: http://www.eramuslim.com/suara-langit/ringan-berbobot/keutamaan-menyebarkan-as-salamu-alaikum.htm