Aku bangga dengan Diriku..

Mungkin aku yang sekarang tak seperti kebanyakan orang pada umumnya..

Mungkin aku yang sekarang tak sebaik orang pada umumnya..

Mungkin aku yang sekarang tak seramah orang pada umunya..

Mungkin aku yang sekarang tak sebaik manusia muslim yang sesungguhnya..

Tapi, aku tahu bahwa diriku yang sekarang adalah aku yang lebih baik dari aku sebelumnya..

Kini aku bangga kepada aku yang sekarang..

Karena untuk menjadi aku yang sekarang, telah melewati hidup dengan penuh pengorbanan..

penuh air mata..

penuh tawa..

penuh canda..

Dan aku bangga akan semua itu..

Karena aku telah menempuh prosesnya…

Schedule November, Ruarrrr Biasaaaa

Subhanallah, sudah tingkat 5 yang katanya tinggal TA eh…ternyata schedule untuk bulan november harus benar-benar menjaga stamina fisik jiwa raga body and soul [haduuuh..sok-sok an pake bahasa inggris nih si onnay :D ]. Yoshhh…mudah-mudahan bulan november kali ini merupakan bulan november yang terbaik. :D

Sudahkan temen-temen bikin schedule buat bulan November?? ;)

Kalung I.K.H.L.A.S (ikhlas)

by: ekosuprapto.wordpress.com

by: ekosuprapto.wordpress.com

Ini cerita tentang Anisa, seorang gadis kecil yang ceria berusia lima tahun. Pada suatu sore, Anisa menemani Ibunya berbelanja di suatu supermarket.

Ketika sedang menunggu giliran membayar, Anisa melihat sebentuk kalung mutiara mungil berwarna putih berkilauan, tergantung dalam sebuah kotak berwarna pink yang sangat cantik. Kalung itu nampak begitu indah, sehingga Anisa sangat ingin memilikinya.

Tapi… Dia tahu, pasti Ibunya akan berkeberatan. Seperti biasanya, sebelum berangkat ke supermarket dia sudah berjanji:

“Tidak akan meminta apapun selain yang sudah disetujui untuk dibeli. Dan tadi Ibunya sudah menyetujui untuk membelikannya kaos kaki ber-renda yang cantik”.

Namun karena kalung itu sangat indah, diberanikannya bertanya : “Ibu,bolehkah Anisa memiliki kalung ini ? Ibu boleh kembalikan kaos kaki yang tadi… “ Sang Bunda segera mengambil kotak kalung dari tangan Anisa.Dibaliknya tertera harga Rp 15,000. Dilihatnya mata Anisa yang memandangnya dengan penuh harap dan cemas.

Sebenarnya dia bisa saja langsung membelikan kalung itu, namun ia tak mau bersikap tidak konsisten…

“Oke … Anisa, kamu boleh memiliki kalung ini. Tapi kembalikan kaos kaki yang kau pilih tadi. Dan karena harga kalung ini lebih mahal dari kaos kaki itu, Ibu akan potong uang tabunganmu untuk minggu depan. Setuju ?”

Anisa mengangguk lega, dan segera berlari riang mengembalikan kaos kaki ke raknya.

“Terimakasih…, Ibu”

Anisa sangat menyukai dan menyayangi kalung mutiaranya. Menurutnya, kalung itu membuatnya nampak cantik dan dewasa. Dia merasa secantik Ibunya.Kalung itu tak pernah lepas dari lehernya, bahkan ketika tidur. Kalung itu hanya dilepasnya jika dia mandi atau berenang. Sebab, kata ibunya, jika basah, kalung itu akan rusak, dan membuat lehernya menjadi hijau…

Setiap malam sebelum tidur, Ayah Anisa akan membacakan cerita pengantar tidur. Pada suatu malam, ketika selesai membacakan sebuah cerita, Ayah bertanya:

“Anisa…, Anisa sayang ngga sama Ayah ?”
“Tentu dong… Ayah pasti tahu kalau Anisa sayang Ayah !”
“Kalau begitu, berikan kepada Ayah kalung mutiaramu…”
“Yah…, jangan dong Ayah ! Ayah boleh ambil “si Ratu” boneka kuda dari nenek… ! Itu kesayanganku juga”
“Ya sudahlah sayang,… ngga apa-apa !”.

Ayah mencium pipi Anisa sebelum keluar dari kamar Anisa.
Kira-kira seminggu berikutnya, setelah selesai membacakan cerita, Ayah bertanya lagi,

“Anisa…, Anisa sayang nggak sih, sama Ayah ?”
“Ayah, Ayah tahu bukan kalau Anisa sayang sekali pada Ayah ?”.
“Kalau begitu, berikan pada Ayah kalung mutiaramu.”
“Jangan Ayah… Tapi kalau Ayah mau, Ayah boleh ambil boneka Barbie ini.. “

Kata Anisa seraya menyerahkan boneka Barbie yang selalu menemaninya bermain.

Beberapa malam kemudian, ketika Ayah masuk kekamarnya, Anisa sedang duduk diatas tempat tidurnya. Ketika didekati, Anisa rupanya sedang menangis diam-diam. Kedua tangannya tergenggam di atas pangkuan. Dari matanya,mengalir bulir-bulir air mata membasahi pipinya…

“Ada apa Anisa, kenapa Anisa ?”

Tanpa berucap sepatah pun, Anisa membuka tangannya. Di dalamnya melingkar cantik kalung mutiara kesayangannya

” Kalau Ayah mau… ambillah kalung Anisa”

Ayah tersenyum mengerti, diambilnya kalung itu dari tangan mungil Anisa. Kalung itu dimasukkan ke dalam kantong celana. Dan dari kantong yang satunya, dikeluarkan sebentuk kalung mutiara putih… sama cantiknya dengan kalung yang sangat disayangi Anisa…

“Anisa… ini untuk Anisa. Sama bukan ? Memang begitu nampaknya, tapi kalung ini tidak akan membuat lehermu menjadi hijau”

—————————————–***—————————————-
** Ya…, ternyata Ayah memberikan kalung mutiara asli untuk menggantikan kalung mutiara imitasi Anisa.

Demikian pula halnya dengan Allah S.W.T.. Terkadang Dia meminta sesuatu dari kita, karena Dia berkenan untuk menggantikannya dengan yang lebih baik. Namun, kadang-kadang kita seperti atau bahkan lebih naif dari Anisa : Menggenggam erat sesuatu yang kita anggap amat berharga, dan oleh karenanya tidak ikhlas bila harus kehilangan…

Untuk itulah perlunya sikap ikhlas, karena kita yakin tidak akan Allah mengambil sesuatu dari kita jika tidak akan menggantinya dengan yang lebih baik.

Ditulis dalam Islam

Tags: ,

Permalink 7 Komentar

Onnay mengemis sewaktu SMA

Setelah cek-ecek folder-folder di harddisk, ada satu foto yang mengingatkan onnay akan masa lalu. hihihi…
ini foto di ambil di Terminal Bis Leuwi Panjang buat di buku kenangan SMA, ketika onnay kelas 3 IPA 4 (merasa bangga?!!he.. :D ) pas difoto diliatin banyak orang, wuahhhhh… PD ajah lagi!!hehe.. :D

Sudah siapkah anda MATI???

Sudah menjadi budaya di karisma kalau setiap hari kamis merupakan saat-saat yang ditunggu untuk agenda ifthar jama’i (buka bersama). Namun ada yang berbeda kali ini membuat onnay iri dan semakin termotivasi, yang menjadi pemateri yaitu di bawah umur saya beliau adik kelas beda 2 tahun [beda sekolah juga denk.. hehe..] namanya Dito. Beliau di amanahi menjadi ketua komunitas muslim di Universitas Kristen Maranatha. Dimana katanya komunitas ini sangat tidak disetujui oleh pihak kampus [namanya juga kampus kristen hehe..].

Sebenernya materi yang harus di bahas yaitu mengenai “Keikhlasan” tapi kenapa nyambungnya jadi kematian ya?? hehe.. Setelah selesai bertaarufan (berkenalan) beliau bertanya “Ada yang sudah siap MATI???” nah loh… dag dig dug der D**A!!! hehe.. kaget bukan kepayang.. [bingung mo jawab apa :( ].

Beliau bercerita suatu kisah Raja yang angkuh, begini ceritanya [kaya host yg bawain pilem hantu waktu dulu... :D ] Lanjut membaca

Ditulis dalam Islam

Tags: ,

Permalink 2 Komentar

Arsip

Add my facebook Follow me

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 2.584 pengikut lainnya.

Newsjid | Masjid Punya Berita

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.584 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: