Bodoran Sunda: Lalaki sajati

Dua lalaki keur ngobrolkeun masalah rumah tanggana. Lalaki nu hiji kabeneran keur pasea jeung pamajikanana.

Lalaki 1:  “Yeuh, lamun anjeun pasea jeung pamajikan, tembongkeun yen anjeun teh lalaki sajati. Tong daek eleh ku ngaran pamajikan!”
Lalaki 2:  “Puguh atuh kuduna kitu! Eta mah basa keur kamari pasea, pamajikan nepi ngorondang ka hareupeun kuring….”
Lalaki 1: “Tah kitu atuh alus! Terus naon dilakukeun ku pamajikan maneh?”
Lalaki 2: “Pamajikan kuring ngorondang nepi kadongko-dongko bari ngorehan ku sapu, terus ngomong: Kaluar siah ti kolong ranjang lamun maneh heueuh wani pasea jeung aing! “
Lalaki 1: &$@&*!!??

Setengah isi, setengah kosong

Jadi, apa pandangamu??

Quote of the day #5

“Janganlah kamu berputus asa dari Rahmat Allah, karena sesungguhnya orang yg berputus asa itu hanya orang-orang Kafir”

S.M.A.N.G.A.T!!! BANTAIII!!! ^_^

Quote of the day #4

Boleh jadi ketika diri merasa lelah, senang, capek, suka, duka, sendiri, sepi adalah cobaan dari Sang Maha Penyayang “SABAR, teruskan usahamu tinggal selangkah lagi!” selamat menikmati PROSES wahai sahabatku !! ^_^

Ditulis dalam Kata Mutiara

Tags: ,

Permalink 2 Komentar

Dimanakah diriku??

Rahman namanya, setahun yang lalu dia mendapatkan pukulan hebat dalam dirinya yang terjadi pada keluarga yang ia bangga-banggakan. Ya, sebuah kata yang tabu untuk di di ucapkan dan di dengar oleh hal layak orang. “Cerai”, itu yang terjadi pada kedua orang tuanya ketika ia menginjakkan tingkat 4 kuliahnya.

Rahman yang periang dan kuat terhadap berbagai macam guncangan baik dari luar maupun dalam itu kini telah berubah 180 derajat. Menjadi laki-laki yang lemah jika jauh dari temannya, tidak bergairahlagi dalam kuliahnya ketika berada di rumah, malas ketika jauh dari organisasi yang di sukainya.

Hari demi hari setelah mendengar berita perceraian kedua orang tuanya kini Rahman sering kali jauh dari Tuhannya. Lupa akan kewajibannya terhadap temannya maupun terhadap Sang Maha Pengasih. Rasa kecewa yang di alaminya tak kuasa ia pendam sampai meneteskan air dari matanya. Minggu dan bulanoun berlalu, hanya sedih yang ada di dalam jiwanya. Tanpa ada teman yang mengetahuinya.

Kini ia bertanya-tanya pada dirinya sendiri, “Kenapa aku bisa seperti ini?” dengan jeritan dalam hatinya yang semakin menjadi ia hanya bisa berkata dalam batinnya “Kemanakah aku yang dulu??!”, “Diamanakah diriku sekarang ini??!”

-dalam malam kelam dengan capek yang sangat-

Arsip

Add my facebook Follow me

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 2.584 pengikut lainnya.

Newsjid | Masjid Punya Berita

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.584 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: