Hari kedua merangkai rumah tangga dan membangun cinta. Alhamdulillah berbagai kemudahan-kemudahan datang silih berganti. Dari mulai proses saya dengan intan ta’aruf, lamar (personal), khitbah, hingga penentuan tanggal serasa begitu dimudahkan olehNya.
Tidak hanya sampai di situ, bahkan ketika akad berlangsung kemudahan itu masih saya rasakan. Apa itu? Jujur saja, H-1 saya masih ngantor, malah masih bagi-bagi undangan *gak dipingit euy hihihi. Sampai di rumah pukul 23.00. Belum kefikiran tentang bagaimana pengucapan untuk kabulnya (ijab itu wali perempuan yang mengucapkan, kalau kabul si mempelai pria yang mengucapkan, dalam akd nikah). Yang ada sampai rumah masih harus beres-beres lagi. Lalu bertemu dengan sodara yang kebetulan sekaligus menjadi penghulu saya. Hanya diberi tahu sekali, “Saya terima nikahnya Intan Kartika Sari binti David, dengan mas kawin tersebut dibayar tunai”. Setelah itu gak menghafal lagi.
Lanjut membaca →
Komentar terakhir