Semenjak peristiwa malam itu, selalu kepikiran tentang keluarga. Tugas-tugas kuliah dan amanah-amanah di luar kuliahpun terabaikan, walaupun ada yang dikerjakan namun hasilnya tak memuaskan.
Alhamdulillah semasa kos, lingkungan sangat mendukung. Di samping tetangga-tetangga yang bisa dibilang aktivis kampus serta aktivis organisasi dan kosan yang dikenal dengan wisma Madani tempatnya di daerah Geger Kalong, dekat dengan Daarut Tauhid. Sehingga untuk masalah rukhiyah masih bisa di kontrol.
Mulai kebingungan ketika sebelumnya ku harus mengemban amanah menjadi ketua pelaksana kunjungan KARISMA yang bernama 3DIVA (3 Days pembIna Vacation). Acara akan dilaksanakan 2 minggu lagi, tapi dana yang ada belum mencukupi dan pikiran tertuju pada masalah keluarga dan seminggu lagi UTS di kampus. Akhirnya ku meminta izin untuk menghilang dulu dari kepanitiaan, tapi tetap memantau kepanitiaan dengan cara SMS dan Telp saja. Alhamdulillah ketika hari H perjalanan meskipun saja tidak ikut full acaranya karena ada UTS dulu, ternyata acara berjalan lancar dan dana pun lebih dari mencukupi. Subhanallah, ternyata pertolongan Allah menjawab keraguanku pada waktu itu.
Kini hari demi hari ku lalui di kosan saja di isi dengan kegiatan yang mubah melamun dan melamun saja tanpa ada yang dikerjakan selain duduk manis di depan laptop Compaq V2000 yang berusia sudah 2,5 tahun.
nb: mempoting ini setelah ngobrol masalah keluarga dengan bapa dari jam 20.00 – 21.30
Komentar terakhir